“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari gangguan syetan laki-laki dan wanita.” (Bukhari, Muslim). Setiap muslim yang hendak memasuki WC atau kamar mandi disunnahkan membaca...
Read more »
Malam semakin luruh. Wajahnya yang gelap menebar di sepanjang jalan. Mobil Junaedi meluncur dengan kecepatan sedang mendekati Terminal Bis Kampung Melayu. Di kiri jalan, beragam penjual makanan dengan berbagai jenis dagangan sibuk melayani pembeli. Cahaya lampu mereka menerangi jalanan. “Wah, Bapak ngajarnya betul-betul sabar, ya,” suara Junaedi memecah keheningan. “Sabar gimana?”
Read more »
Kepergian Wawan tidak begitu membawa pengaruh yang besar terhadap diriku. Toh, selama dua tiga bulan bekerja ini, ia memang sudah jarang berdiskusi denganku. Aku sudah lebih banyak menangani persoalan-persoalan sendiri. Lagi pula, isteriku masih tetap mau mendengarkanku meski ia kadang tampak jenuh dan mulai menyingkir bila ceritaku sudah mulai melampaui batas-batas pemikirannya.
Read more »
Setiap sholat, tubuhku kini, kadang-kadang, hampir saja terlempar. Setiap aku ruku, kepalaku terasa didorong dengan kuat dari arah depan. Aku tidak tahu apa atau siapa yang mendorong kepalaku itu. Yang jelas, kalau tidak aku tahan, tubuhku akan terlempar, terjengkang ke belakang dan sholatku menjadi batal. Namun, kalau aku tahan, kepalaku rasanya “melesek” ke dalam....
Read more »
Sampai malam hari, aku terus dihantui rasa bersalah. Aku merasa tidak nyaman dan gelisah. Betapa tidak, aku terus-menerus dihantui rasa takut gila. Petanda-petanda dan isyarat-isyarat yang muncul betul-betul menakutkan. Bahkan, kini, aku betul-betul merasa sudah seperti orang gila. Sudah jelas bahwa berhubungan dengan Yanti adalah sesuatu yang tidak baik, namun ternyata masih saja terus...
Read more »
Malam itu, aku, Wawan, dan Alidrus akhirnya sibuk menafsirkan pesan-pesan leluhurku. Untuk yang pertama, aku harus mencegah orang dekatku yang akan pergi ke luar kota sebelum ia membereskan masalahnya. Pesan ini, mudah ditafsir, tapi sulit ditebak? Siapakah orang dekatku yang akan pergi ke luar kota? Anak, isteriku tentu bukan, aku belum mendengar rencana seperti...
Read more »
Aku tidak mampu berbuat apa-apa. Aku tersenyum. Kali ini, kusampaikan kepada Wawan dan isteriku tentang pembicaraan dengan Raenan tadi siang mengenai Saphir biru milik leluhurku. Aku katakan kepada Wawan bagaimana kalau ia berusaha memintanya untukku. Menurut Wawan, hal itu sudah tidak perlu dilakukan. Beberapa hari lalu, ia memperoleh firasat harus menggali sebuah lubang, tepat...
Read more »
Aku bergegas kembali masuk ke Wartel. Aku juga tidak mungkin menelepon Yanti dan melibatkan ibu kos dalam hal ini. Karena itu, cepat kutelepon Wawan. Kutanyakan pada dirinya, apakah ia masih melihat “senjataku” di rumah?
Read more »
Tidak seberapa lama, kedua teman mereka sudah ikut bergabung. Yang disebut Wan Ahmad ternyata seseorang yang cukup menyenangkan bagiku. Wajahnya cerah dan tampak lebih muda dari pada tiga temannya yang lain. Ia mengenalkan diri sebagai seorang penyair, lulusan sastra UI. Satu lagi, Syafrudin, lulusan ilmu sejarah yang menguasai sejarah Islam. Karena itu, diskusi kami...
Read more »
“Begini, Bang,” kata Zainan. Ia menjelaskan, botol Yakult itu kalau dipahami merupakan tanda yang artinya, katakan! Karena “kult” dalam bahasa Arab berarti “katakanlah”. Seharusnya, pada saat itulah ia harus menyatakan permintaannya, “Sayangnya, aku baru sadar setelah sampai di rumah.”
Read more »
Dan, kehidupanku tentu akan lebih runyam lagi kalau masih terikat dengan Yanti, sementara aku juga harus menjalani prajabatan. Belum lagi pekerjaan mengajar di program pasacasarjana, jika masih harus mengurusi kehidupan Yanti, kehidupanku bisa saja tambah tak karuan. Jelas, aku tidak mau kehilangan waktu dan kesempatan, kehilangan pekerjaan, apalagi kehilangan anak isteriku. Wah, tak dapat...
Read more »