23. PERTANYAAN-PERTANYAAN

Tuesday, 11 August 2009
By Mohammad Fauzy
23. PERTANYAAN-PERTANYAAN

Aku pulang mencari Wawan, tapi ia tidak ada. Menurut isteriku, ia pergi ke tempat Roso. Roso adalah seorang pemilik warung makan di jalan raya Lenteng Agung, dekat sebuah tikungan, tidak jauh dari sebuah kampus. Roso memiliki beberapa putera. Tidak jauh dari warung makannya, salah seorang putera Roso memiliki rental komputer yang cukup ramai dikunjungi...
Read more »

22. RAMADHAN

Saturday, 1 August 2009
By Mohammad Fauzy
22. RAMADHAN

Ramadhan ini betul-betul bulan yang sangat berat dan sekaligus sangat berarti bagiku. Sangat berat karena, sebagaimana dengan sholat yang telah kutinggalkan selama 3o tahun, kewajiban berpuasa pun telah aku lalaikan selama itu. Kini, aku harus menjalaninya dari awal bagai orang yang baru masuk Islam.  Selama ini, aku memang berpuasa setiap Ramadhan, namun berpuasa hanya...
Read more »

21. TERSALIB

Tuesday, 21 July 2009
By Mohammad Fauzy
21. TERSALIB

Alidrus tampak terloncat dari duduknya. Ia menatap kami sebentar, melemparkan rokoknya, dan lalu cepat mengambil posisi sujud. Aku coba melihat ke langit, namun Wawan telah menarik tubuhku untuk mengikutinya sujud. “Sujud! Sujud syukur!” Kami bertiga pun sujud di rumput, di samping lapangan bulutangkis itu. Suasanya hening dan sepi. Embun yang membasahi rumput terasa sejuk...
Read more »

CATATAN BAWAH SADAR 20

Wednesday, 15 July 2009
By Mohammad Fauzy

Aku merasa letih dan sakit. Sekujur tubuh terasa kaku. Aku bertiarap di atas kasur sambil isteriku masih terus memijit-mijit mulai dari betis hingga ke punggungku. Setiap sentuhan jarinya mendatangkan rasa perih. Sebagaimana biasa, ia segera menyaput bagian-bagian yang perih itu dengan minyak tawon. Menekan dan mengurutnya pelahan-lahan. Terasa urat-uratku menggerinjil bagai dipenuhi butiran-butiran beras....
Read more »

CATATAN BAWAH SADAR 19

Sunday, 5 July 2009
By Mohammad Fauzy

Malam itu, aku, Wawan, dan Alidrus akhirnya sibuk menafsirkan pesan-pesan leluhurku. Untuk yang pertama, aku harus mencegah orang dekatku yang akan pergi ke luar kota sebelum ia membereskan masalahnya. Pesan ini, mudah ditafsir, tapi sulit ditebak? Siapakah orang dekatku yang akan pergi ke luar kota? Anak, isteriku tentu bukan, aku belum mendengar rencana seperti...
Read more »

CATATAN BAWAH SADAR 18

Thursday, 25 June 2009
By Mohammad Fauzy

Jarak aku dengan Rahman tidak begitu jauh. Hanya gelap malam yang memisahkan kami. Karena itu, ketika ia menoleh, aku tidak sempat menghindar dan memang aku pun tidak mungkin menghindar. Apalagi, aku memang bukan hendak memata-matainya. Dan, agaknya, ia pun merasakan hal itu. Dengan tenang Rahman menyapaku, “Oh, Bapak?”
Read more »

Pages

What people are reading right now