33. ALIRAN-ALIRAN HANGAT

Hot:

Kejadian malam itu membuat aku semakin hati-hati dalam berhubungan dengan Yanti. Hati-hati, bukan terhadap Yanti, tapi terhadap diriku sendiri. Aku benar-benar kuatir dengan diriku. Dalam beberapa hari terakhir ini, emosiku benar-benar menjadi tidak stabil. Hawa amarah bergolak terus-menerus di dalam diriku. Karena itu, walau menurut Wawan dan Zainan aku telah memperoleh karomah dengan beberapa kemampuan, kini, aku menjadi meragukan hal-hal tersebut. Ketika ingat bagaimana aku sempat tertarik kepada Dewi beberapa hari lalu, aku jadi berpikir, bagaimana mungkin orang yang telah menerima karomah, begitu cepatnya tertarik kepada perempuan lain walau ia telah beristeri? Bagaimana mungkin pula orang yang telah menerima karomah masih memiliki sifat pemarah dan bahkan menjurus pada perbuatan kekerasan secara fisik?

More >

Quote 2: Doa Ketika Mencapai 40 Tahun

Hot:

Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empatpuluh tahun ia berdoa: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.” (Al Ahqaaf, QS 46: 15).

More >

Quote 1: Tolaklah Kejahatan dengan Perbuatan Baik

Hot:

Tolaklah (hai Muhammad) kejahatan mereka dengan cara yang lebih baik. Kami mengetahui benar apa yang mereka gambarkan. Katakanlah olehmu, “Ya Allah Tuhanku, aku mohon perlindungan kepada Engkau dari bisikan setan (yang memperdayakan). Dan aku mohon perlindungan dari Engkau wahai Tuhanku, dari kehadiran setan-setan itu. (Al Mu’minun, QS 23: 96-98).

More >

32. AMARAH

Hot:

Aku tiba di rumah agak siang hari itu. Badanku kurang enak setelah mengajar tadi. Rumah sepi. Tidak aku temui isteriku. Anakku jelas masih sekolah. Ia biasa pulang sangat siang sekali. Karena itu, setelah mengganti pakaian, aku langsung menuju kamar kerja. Terasa hawa dingin menyergap.

Di sana, kulihat Wawan sedang duduk dalam posisi bersamadi. Tangannya yang kurus bergerak ke sana ke mari. Entah apa yang sedang dilakukannya. Yang menarik bagiku, beberapa cahaya kecil bergemerlapan memantul dari kedua tangannya. Kian dekat kuamati, ternyata itu adalah cahaya beberapa paper clip dan jarum yang bergelantungan di tangan Wawan. Benda-benda itu menempel di tangan Wawan yang bagai mengandung kekuatan magnet.  Ia sedang sibuk bermain dengan benda-benda itu.

More >

31. PENDERITA SKIZOFRENIA

Hot:

Masih menatapku, ia tersenyum. Sesuatu mendadak membuat aku terpaku. Cahaya lampu di koridor langsung meredup kekuning-kuningan. Gadis yang cantik sekali berada di depan mataku. Cahaya lampu yang kuning kejinggaan menerpa wajahnya. Cahaya itu tampak memberikan tekstur tertentu pada wajah gadis tersebut. Tekstur yang indah.  Hal ini jelas bukan baru sekali terjadi. Hal yang sama, sebagai mana pernah aku ceritakan,  juga sering terjadi kalau aku melihat Yanti.

More >

CBS 30. IDENTITAS KEDUA

Hot:

Sampai malam hari, aku terus dihantui rasa bersalah. Aku merasa tidak nyaman dan gelisah. Betapa tidak, aku terus-menerus dihantui rasa takut gila. Petanda-petanda dan isyarat-isyarat yang muncul betul-betul menakutkan. Bahkan, kini, aku betul-betul merasa sudah seperti orang gila. Sudah jelas bahwa berhubungan dengan Yanti adalah sesuatu yang tidak baik, namun ternyata masih saja terus kulakukan. Bukankah ini dapat digolongkan sebagai perbuatan gila?

More >

CBS 29. KEHILANGAN DIRI

Hot:

kehilangan diri copyWawan baru saja tiba dari Semarang tadi malam. Bersamaan dengan itu, aku juga menerima kabar dari Yanti,  hari ini, ia akan tiba di Jakarta. Yanti minta dijemput. Ia berangkat dari Semarang tadi malam dan akan tiba di Jakarta sekitar pukul 9:00. Karena itu, aku bangun lebih cepat dari biasanya. Pagi-pagi aku sudah bangun dan sarapan bersama wawan. Setelah berbincang-bincang sebentar, menghabiskan segelas kopi dan sebatang rokok, aku segera ke stasiun Lenteng Agung.  Untung kereta api segera tiba sehingga aku tidak perlu menunggu terlalu lama.

More >

CBS 28. DIRI DI DALAM DIRIKU

Hot:

diri copy

Aku agak terkejut juga dengan pandangan seperti itu. Dada berdebar-debar dengan beragam pertanyaan. Apakah yang aku lihat itu petanda bahwa aku sudah mulai mampu melihat alam gaib sebagai mana Wawan mampu melihat kehadiran-kehadiran para leluhurku? Jika benar, apakah daya penglihatanku sudah mulai menguat sehingga aku mampu melakukan hal itu? Atau, sebaliknya, apa yang telah aku lihat tadi, itu berarti bertambah pula gangguan pada mataku? Bisa jadi, peristiwa tadi itu berlangsung hanya pada mataku, bisa juga ia memang terjadi sebagai bagian dari dunia di sekelilingku. Yang jelas, selain di WC, malam itu, cahaya tersebut sempat juga muncul di tembok ruang tamu menjelang tengah malam. Dalam kegelapan, cahaya itu muncul dalam bentuk yang lebih besar dan benderang.

More >

CBS 27. AIR TERJUN BERTINGKAT TUJUH

Hot:

Air terjunSampai pagi, aku tidak dapat tidur memikirkan mimpi aneh itu. Aku jadi ingat pandangan seorang psikiater terkenal Sigmund Freud. Freud adalah penemu  sebuah metode dan sebuah pemikiran dalam psikologi yang disebut Psikoanalisa. Menurut orang Yahudi ini, mimpi merupakan hasil dari proses keinginan atau pikiran-pikiran yang tidak dapat dipenuhi, yaitu keinginan atau pikiran-pikiran yang tidak pantas. Secara khusus, bisa berupa keinginan-keinginan yang tabu. Juga, — sebagian besar— dapat berupa pikiran-pikiran tentang seksualitas. Keinginan-keinginan ini tidak mungkin ditiadakan begitu saja, kita tidak mungkin menghidarinya,  melainkan ia hanya  dipindahkan dari area kesadaran ke area tidak sadar. Istilahnya, terjadi represi.

More >

CBS 26. KENANGAN DAN MIMPI ANEH

Hot:

by benny, 21 Sept. 2009

Dengan alasan besok aku harus mengantarnya, aku kemudian buru-buru pamit, pulang cepat-cepat dari kos-kosan Yanti. Di sepanjang perjalanan, dadaku tidak henti-hentinya masih berdegup kencang menahan takut. Di langit, bulan tinggal separuh ketika aku tiba di pertigaan Srengseng Sawah. Walau rasanya masih belum larut, ternyata suasana di sana tampak sepi sekali. Toko-toko yang berjejer di sepanjang jalan, di ujung pertigaan itu, telah tutup semua. Suasana tampak remang-remang, hanya bergantung pada cahaya sebuah lampu di ujung jalan.

More >